oleh

Perum Peruri Gandeng Telkom Perkuat Implementasi Transaksi Keuangan Digital

Jakarta, SMI – Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia
(Peruri) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) pada hari ini (17/9) secara resmi
mengumumkan kolaborasinya untuk mendukung transaksi keuangan digital di Indonesia. Hal
ini ditunjukkan dengan peluncuran e-meterai (meterai elektronik) dan surat elektronik
terintegrasi, bertempat di Balai Subono Mantofani Kantor Peruri Jakarta.

Dalam sambutannya, Menteri BUMN Erick Thorir menyampaikan bahwa Indonesia harus
masuk ke ekosistem digital agar bisa bersaing dengan negara lain. Seluruh elemen
pemerintah baik itu Kementerian/Lembaga dan BUMN harus saling mendukung dan
berkolaborasi untuk mewujudkan transformasi digital.

“Kita sebagai Negara dan BUMN harus bisa berada dan beradaptasi dalam ekosistem digital.
Khususnya Peruri yang diharapkan dapat tetap eksis di posisinya, termasuk dalam membuat
tanda tangan digital, bitcoin atau e-money yang sudah kita bicarakan. Begitu pula, e-meterai
yang hanya menjadi bagian terkecil dari ekosistem digital milik BUMN,” ujar Erick dalam
sambutannya.

Sebelumnya, Peruri telah diberi penugasan oleh pemerintah melalui Peraturan Pemerintah
(PP) Nomor 6 Tahun 2019 untuk membuat dokumen negara yang memiliki fitur sekuriti
berupa benda meterai. Benda Meterai yang dimaksud adalah meterai tempel dan kertas
meterai yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia. Dengan adanya PP Nomor 86
Tahun 2021 tentang Pengadaan, Pengelolaan dan Penjualan Meterai tanggal 19 Agustus yang
lalu dimana pada pasal 4 disebutkan bahwa dalam melakukan pencetakan atau pembuatan
meterai, pemerintah memberikan penugasan kepada Peruri untuk mencetak meterai tempel
dan membuat meterai elektronik.

Merujuk pada peraturan tersebut, Peruri didapuk untuk mendesain konsep, menyediakan
sistem atau aplikasi terintegrasi yang mendukung penggunaan meterai elektronik dan
membuat meterai elektronik. Untuk itu, Peruri menggandeng Telkom dalam menyiapkan
teknologi dan infrastruktur untuk sistem meterai elektronik ini. Di samping itu, Telkom juga
diminta untuk menyiapkan dukungan sistem pengelolaan operasional maupun layanan untuk
pengguna setelah meterai elektronik ini benar-benar telah diluncurkan ke masyarakat.

Redaksi

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed